September 4, 2009
sastra tepian
karyaku hanyalah sastra tepian
tak terbaca oleh mereka yang ditengah
hidup juga terasingkan
siapa juga membaca dan mendengar
kata-kata kumuntahkan layaknya sampah
remeh seperti serpihan tatal
yang terbuang dan murahan
juga ditepikan di sudut kekalahan
kadang kala dibakar untuk membakar
manusia kian beringas
semuanya mencari kegampangan
walau semuanya beranjak ringkih dan tak berarti
aku tetap disini, sederhana
sendiri dan juga sepi
bukan artinya akulah arti yang realis
hidup itu surealis
tapi aku tetap akan menulis dan menggores
walau tak terkonsep
walau tak tepermanai
walau kadang tak terkatakan
02.30 dinihari
4 september 2009
gunung payung denpasar bali
Filed by seehngojennaca at 2:52 am under Curhatkoe, Poetrykoe
No Comments

2 Comments