sastra tepian

karyaku hanyalah sastra tepian
tak terbaca oleh mereka yang ditengah
hidup juga terasingkan
siapa juga membaca dan mendengar

kata-kata kumuntahkan layaknya sampah
remeh seperti serpihan tatal
yang terbuang dan murahan
juga ditepikan di sudut kekalahan
kadang kala dibakar untuk membakar

manusia kian beringas
semuanya mencari kegampangan
walau semuanya beranjak ringkih dan tak berarti
aku tetap disini, sederhana
sendiri dan juga sepi

bukan artinya akulah arti yang realis
hidup itu surealis
tapi aku tetap akan menulis dan menggores
walau tak terkonsep
walau tak tepermanai
walau kadang tak terkatakan

02.30 dinihari
4 september 2009

gunung payung denpasar bali

bunga angan

di pelupuk hatiku aku takut
di pelupuk mataku aku sayang kamu ..

seehngojennaca, 4 april 2009
teruntuk untuk bunga angankoe
yang sebentar akan pergi meninggalkankoe di indahnya bulan purnama
dan sejak waktu itu mungkin aku tak melihatnya lagi …

 

mumutku

berdua kita merangkai cerita dan canda
lalu seekor mahluk mungil menatapmu
“mumut” katamu pada mahluk itu
mahluk yang “wawah” dari tembokku
kala itu ku hanya bisa tertawa
tapi kini yang kurasa…
hadirmu disisiku,senyummu dan tawamu
serta binar matamu kala menatapku
membuat ku “wawah”
dalam pelukanmu… “mumutku”

ditulis oleh: ogieks

kembali aku tak bisa lagi menahan tawa.
ketika aku tidak sengaja menemukan puisi ini
tersimpan di artefak-artefak masa laluku
penulisnya adalah sahabat di masa lalu
dan masih hingga di masa kini

longgarnya ruang terasa memabukkan
terutama pada kata “mumutku” dan “wawah”
dua kata ini terasing dan ganjil tapi menggelitik
tapi dibalik keganjilannya perannya justru menghidupi
thanks buat puisinya udah membuatku tertawa …

sang kursi

sejak dulu hingga sekarang
kursi kursi itu selalu hinggap dan berjelaga menghimpun kisah
entah angin dari mana? malam itu kursi-kursi itu tampak beringas
sebuah kursi kepakkan sayap dan terbang melayang menghujam

seseorang merintih malam itu
bersimbah dalam sepi

 

seehngojennaca
OnMySickDEskKUTA16Desember2008

nagapura

saat itu
sang baya
coba sandarkan pada sang malam
kami duduk berdua di teras
ditemani gelap dan kelam
suasana agak mencekam
karena hati kami sedang terancam

sore tadi perkelahian tak lagi terelakkan
pipiku sedikit bengap dan merah meronta
“godanya’, “kamu lebih cakep dengan muka bengap-bengap!” 
sambil melihat wajahnya aku tersenyum ..
“dalam hatiku sebenarnya aku ingin sekali tertawa, “ha, ha, ha, ha!”

dia sesungguhnya amat nakal dan liar, tapi rasanya aku sangat menyayanginya.
karena dialah yang membawaku terbang dan menjadi seorang yang sungguh laki-laki.  

di tengah-tengah posisi kami duduk,
duduk sebuah meja bundar kecil, diatasnya terhidangkan sepasang kaleng coca-cola diet
aku selalu ingin tersenyum saat melirik kaleng itu,karena tubuhku terlanjur langsing
dia tadi sedikit memaksa agar aku mau meminumnya ….

dia senang sekali menatap wajahku lama dan kadang terdiam lama.
akupun suka membalasnya dan kamipun tersenyum dengan saling menatap …
dalam tatapan dan senyumnya aku melihat perasaannya yang kuat 

“kemudian dia bertanya,
“kamu kok ndak pernah nolak permintaanku sih?’
“mbok kamu sekali-kali nolak ….
“ndak papa kok ..
“aku janji ndak marah wis …  

 
seehngojennaca!
9desember2008
OnMyOwnDeskInKutaCentralParkBali

plung!

 

 

pekik sang air ketika seekor anak katak melompat ke dalam kolam …. 
akankah juga plung?
ketika sang baya mencoba melompat ke dalam pelukan sepi

 

seehngojennaca!
OnTheWaySesetanGunungWAyangAJHAcketKut3Bal12008 
 

kebunbungaku

kutangguhkan niatku untuk menanam bunga
ke dalam rumah sepiku
karna tak ingin aku tergantung
karna tak ingin kamu tergantung

sengaja kutinggalkan engkau dalam padang ilalang
tanpa kata

dari dalam kamarku, aku membuka jendela
dan memandangmu jauh
sendiri …

Engkaupun sendiri di tengah padang ilalang itu

 
sesaat kemudian
angin membawa serbuk-serbuk bunga
menyambari rambutku
aku menutup kembali jendelaku

 

seehngojennaca!
writing by hand
gunung wayang 27 November 2008 dinihari

ubud

sengatan hawa dingin dan kabut gelap disana
menggoreskan luka pada ingatanku untuk masa lalu kita

 

 

sehngojennaca
oktober2008
balindonesia

“mama, kami tak melihat merpati kecil itu!”

kami beranjak menuju sepi
masih terantuk pada dahan dan ranting yang sama
kami singgah.
duduk disana …

“mama,
“sore itu kami tak melihat lagi merpati kecil itu!”

“ibu bilang,”
“syukurlah nak, kalian bisa lebih konsen mendengarkan sabda Tuhan.

 

sehngojennaca
oktober2008
balindonesia

telepon genggam

sebuah telepon genggam memanggilku
dan mengirimkan sebuah pesan khusus untukku

“sayang,selamat hari minggu, ya”.
“semoga kamu sehat dan bahagia.
“nanti sore kamu ke gereja khan?”

tertulis sang pengirim
lagilagibukkoe
0856xxxxxxxx

kutuliskan sebuah pesan untuk telepon genggam
kuberharap ia mau mengirimkan pesan untuk lagilagibukoe

“Ibu,
Aku tadi ke gereja sore hari, bersama legawa dan agung.
pastornya lucu,karena keyboard rusak, dipakailah percussion, terasa amat syahdu ibu!”
“aku juga tak tertidur di bangku karena siang hari tadi sudah tidur.
“di depanku ada gadis cantik sekali, bu!”
“aku sulit berkonsentrasi!”

beberapa menit kemudian
telepon genggam berbunyi
dia mengatakan kepadaku
bahwa pesan terakhir sudah terkirim ….

 
karya:
seehngojennaca,20octo2008, pkl:02.38wita
“SAYANGkoe,gadisdidepankutadisungguhsungguhcantik!”
“ijinkanlahakoemencintainya”

Next Page »