PEMBEBASAN

Masih……….

"Setiap manusia sepertinya mencintai kebebasan". "Yachhh", seperti BE YOUR’s SELF gitu lho, tapi ia membutakan diri dengan lingkungan sekitar.   Masuk kamar, kunci pintu, tutup jendela, matikan lampu dan "do everything you want". Alienasi/ keterasingan hidup yang menetap pada sebuah tempat dimana kita suka kadang begitu membebaskan dan hidup. Menyanyi di kamar mandi kadang menjadikan kita aktor dalam live in concert yang bener-bener private, juga membebaskan. Seseorang yang begitu terbenam berceloteh "bebas adalah sendiri lho!".

Adalah ……….

tidak ada. Tidak ada kebebasan yang benar-benar bebas. tidak ada pembebasan yang mencapai kebebasan. Kemerdekaan juga tidak pernah membebaskan kita dari penindasan dan penjajahan. 17 Agustus 45 the independent day of Indonesia hanyalah membebaskan kita dari salah satu bentuk penjajahan. Now, kita masih saja terjajah dan tertindas, hanya saja wajahnya berbeda. Walaupun pembebasan atas nama belenggu bla …bla….bla  ..  terus saja ada tapi sesungguhnya kebebasan itu tidak pernah ada.

Bebas apakah itu?

Kebebasan apakah itu?

ada yang bisa menjelaskan, perihal itu serumit benang kusut kebenaran dan keadilan. adakah sesuatu di dunia ini yang benar-benar "BENAR". Absolut. 100%.

Seperti sejarah dan kisah para pendahulu. ataukah kebenaran itu berada pada para pencipta sejarah (social engineer) dan si pembuat kebenaran. "Uhhh !" begitu gelap dan semu.

Bangkai dan mayat ini sebenarnya tidak pernah memuja-muja kebebasan, keadilan dan kebenaran. Karena masih seumur jagung. Jagung juga tak pernah tahu perihal tadi. yang dia tahu "aku lahir untuk dimakan atau tidak lebih baik dari itu. It’s Me.

Aku hanya tau di dalam kedalaman aku melihat dan memahami, tidak ada yang sungguh-sungguh ada. Hanyalah kesemuan dan kepura-puraan.

"Yahhh aku hanya melihat orang yang tergila-gila pada tradisi….

Makna dan pelajaran hidup yang di dapat adalah kekosongan dan kehampaan

tidak ada apa-apa disana ……