piring, gelas kotor menumpuk … tinggi
tadi pagi ada syukuran agak gedhean ….
sudah satu jam aku mencuci, hingga tak terasa
seseorang dibelakangku mengejutkanku, …..
abis lulusan mau kuliah dimana?
kalo ndak UGM ya ITS kataku!
ndak usah UKSW saja bagus kok!
itu tadi kakakku mbak manik ….
bapakku juga memaksa aku masuk saja ke sana ….
dongeng cerita, UKSW adalah sosial demokratik
tapi memang benar but itu UKSW dulu bukan lagi sekarang
sekarang semuanya serba uang dan uang, tersisa sedikit
POWERNYA lempe-lempe
dominasi KAPITALISME pendidikan
sekaligus komesialisasi pendidikan
walau begitu ,
UKSW adalah pelarianku dari keterbelegunya diriku atas nama kebebasan
UKSW adalah pembebasan buatku, artinya aku bisa berbuat semau gue
UKSW memberiku wahana tempat gue berkiprah,
baik dan buruk bagiku banyak memberiku pengalaman berarti
aku mengenalnya sungguh hingga ke akar-akarnya
hingga masuk di lorong-lorong dalam perjuangan
bukan hanya bangku kuliah, perpustakaan, kafe, biro registrasi, kost
tetapi lebih jauh lagi dari itu, UKSW adalah rumahku,
75% dari hidupku di Salatiga ada di sana, di kampus UKSW
dari pagi hingga menjelang tengah malam
dari pagi hingga menjelang pagi lagi
untuk apa?
jawabku CINTA …..
cinta membuatku memberi lebih banyak
bahkan seluruhnya ……….
gila memang ….. dan bisa dibilang kelewatan
tapi itu tak sia-sia ……
gua jadi ngerti apa arti pengorbanan yang sesungguhnya
buat apa?
tentu bukan buat aku sendiri
kini …
UKSW tak lagi turun ke jalan ….
tak lagi peduli ………
membutakan diri dari masyarakat
tak kudengar lagi suara mu
bagiku …
tak lebih dari sekedar
PABRIK pengHASIL sarjana SALE IJAZAH
disana proses manufaktur berjalan, perputaran modal mencari keuntungan untuk selamat
pencipta status masyarakat yang dinyatakan memenuhi legalitas formal dunia kerja
UKSW bukan lagi
sosial demokratik
humanisme patriotik
sosialisme …..
perihal ini memang menjadi topik yang menarik
pembahasan para alumnus UKSW, beberapa dosen, ortu
bahkan para mantan-mantan aktivis yang maseh getol berjuang di menyambung hidup di salatiga
dan menjadi NEVER ENDING STORY
dibahas tapi ra entek-entek…
saya sendiri maseh demen tinggal disana
kapan-kapan bila ada waktu mungkin aku akan singgah ke sana
untuk bicara apa saja ……… tentang apa saja
writing with the biggest love to you
to my lovely UKSW