Khurus Khering khem phot

pagi ini laper sekali
rasanya tiap hari hanyalah laper dan lelah
sesungguhnya bukan lelah bekerja …
tapi lelah memandang waktu yang begitu cepat berjalan

akh habis ini aku mau makan bubur ayam
sedikit untuk mengisi perutku saja …

hari-hariku hanya habis di depan komputer
kerja  di depan komputer
pulang kerja juga di depan komputer
selalu saja ada yang menarik untuk dipelajari, sepulang dari kerja
ya linux, ya router, ya neroNET, ya mail server, dan maseh banyak lagi

terakhir kali bermain-main dengan DNS server
dan kemudian mail server, semua dicoba -sati demi satu
kemarin aku pulang bawa mandriva 2007
ini juga yang sedang aku pakai buat ngepost di friendster
terasa sungguh menarik hingga aku lupakan lainnya

hingga badanku kurus kering …..
ayahku mungkin heran,  kerja ndak kerja kok sama saja tetap kurus
kalo ibuku pasti paham …. kalo anak pertamaku ini susah gemuknya …
karena dari kecil kalo udah punya mainan sering lupa makan

entah ….
aku juga ndak punya pikiran apa-apa
yang ada hanyalah lakukan dengan senang hati

ada tips buat gemukin badan ndak ya
pipiku kempot sekali nee
seperti morfinis saja!

si penjual koran

dalam setiap bulan aku bekerja
3 minggu diantaranya aku harus terpanggang matahari dan debu
1 minggunya aku harus INHOUSE dalam ruang berAC
tak hanya itu aku harus bekerja dikala semua orang kebanyakan tertidur pULAs zzzzzzzzzz…

di pagi hari,
jarak yang harus ku harus tempuh untuk sampai ke kost,  kurang  lebih  10  km
jarak tersebut aku tempuh dengan sepeda motor .
udara pagi begitu segar dan segala hiruk pikuk orang-orang di pagi hari, sedikit melegakan
biasanya pagi hari adalah saat perutku mulai berteriak ….lapeeeeerrr! begitu bunyinya
dan aku selalu singgah warung yang kutemui di jalan,

minggu ini seleraku sepertinya mendarat pada warung bubur ayam di pasar besar dekat sungai besar pula
entah apa nama pasar nya aku ndak tahu, aku juga malas tuk mengingatnya ….. apalagi mencari plangnya!
tradisi aku makan bubur ayam termasuk tradisi yang hampir punah di bali, sehingga aku memilih untuk
menetap di sana, sekedar  nostalgia dengan kebiasaan lamaku di Salatiga.

entah kenapa pada jam yang sama aku mampir dan makan selalu bertemu dengan orang yang sama persis, yakni jam 06.15 WITA. aku ada dia juga ada, siapa dia itulah penjaja koran.

pada pertemuan pertama :
aku dan dia makan bersama tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami kecuali untuk si penjual untuk membayar ongkos ganti rugi bubur yang telah kita makan.
pada pertemuan kedua :
kami makan bersama pula dan maseeh tanpa kata, tapi kami sudah saling menatap heran dan tersenyum malu. Dan setelah itu kami harus membayar lagi ganti rugi bubur  ayam yang telah kami  makan, sejenak kemudian dia pergi meninggalkan diriku sendiri, aku maseeh harus membakar tembakau yang mengotori ujung mulutku. dan setelah itu giliran aku yang harus membayar ganti rugi bubur ayam yang telah aku makan.
pada pertemuan ketiga :

kami tetap bertemu dan kami juga tetap makan bersama bubur ayam itu, yang pada akhirnya kamipun harus membayar gantirugi bubur ayam yang telah kami makan kepada pemilik dan pembuatnya. pagi itu kami tak lagi sekedar diam, manatap dan tersenyum, tapi kami sudah mulai berbicara satu sama lain, dan si pemilik bubur ayam tidak ikut-ikut sepertinya dia sibuk karema banyak bubur ayamnya dimakan orang. tau apa topik yang kita bicarakan ? aku yakin topiknya pasti anda tau, jadi ndak usah saya ceritakan ya, karena sudah tahu. kemudian bergegas dia pergi, karena sedikit tersita waktunya untuk berbicara dengan aku. tetapi sebelumnya dia harus membayar lagi ganti rugi bubur ayam yang dia makan, dan kamipun mulai berpamitan ramah sekali. sejenak setelah rokokku habis akupun maseh harus membayar gantirugi untuk kesekian kalinya karena aku telah makan bubur ayam buatannya.

pertemuan keempat: 

belum terjadi, tapi aku yakin itu akan terjadi, setelah aku selesai menulis new post ini 1 jam lebih 15 menit lagi aku pasti bertemu dengannya, dan kamipun harus membayar ganti rugi bubur ayam yang kami makan, tetapi ada yang tidak KUYAKINI yakni tentang  topik pembicaraannya? kira-kira apa ya? kalo topiknya sama seperti kemarin pasti tidak mungkin …. ya ndak? akh …. nanti saja easy going saja, ndak usah dipikirin …
nanti aku lanjutkan lagi ceritanya; topiknya apa? khan?

oke, tulisan ini isenk sekali, segumpal rasa cinta terhadap waktu dan peristiwa, rasa cinta untuk pagi yang indah, udara yang dingin dan sejuk, dan  salam dariku  bagi mereka yang hidup dengan bekerja keras, bangun subuh-subuh, makan bubur dan harus menganti rugi bubur ayam yang telah mereka makan pula.
hik ….

seengo_jennaca

senja itu ……. (second edition)

senja itu,

aku sedikit bergegas,

karena waktu begitu mendera, dan menyiksaku

tapi, hari ini engkau sungguh berbeda …..

atau ada yang salah dalam benakku?

ku tak ingin bertanya? Bahagiakah adinda hari ini?

biarkan saja, entah kapan jawaban itu akan datang

begitu indahnya, bila begitu dekatnya kita bersama

tapi rahasia itu tetap tersimpan erat antara kita, tak jua terkelupas

seakan-akan tak kunjung selesai aku mengenalmu,

hingga waktu kita habis di alam ini ….

semua begitu sembunyi, tak tersentuh ….

aku tersenyum saat itu, karna geliat hidup lukai wajahmu yang bulat

………………………………………Tak lagi …..

kuingin seseorang melukaiku ,

hingga aku terluka, bahkan lebih dari itu kepedihan yang merana dan menganga

disekujur hayat

kuingin engkau mengumpatku, mencemooh dengan ketinggian harkat dan masyarakatmuhinggaAkuTerjungkal dalam nestapa

Kurusetra, kenapa begitu cepat pergi,

tak inginkah engkau hinggap lebih lama lagi mungkin sejengkal atau sepatah waktu hingga puisi baru terlahirkan kembali

kata-kata begitu tak berjiwa

hidup begitu terlepas dari badan ini, enggan pula menyatu seperti dulu

keringat bukan lagi harum dan wangi semerbak seperti harumnya perjuangan hidup tetapi hanyalah panas matahari saja

kuingin penderitahan dan kesedihan itu

melekat lekat pakat dan memenuhi ruangan ini

hingga banyak jiwa berjelaga di sini

menari dan membungkus bak kain kafan

menara-menara menari, di atas sana menjulang tak terhenti

bukan lagi monumen tapi peri cinta yang mendesah tak terhenti

puisi bagaikan buih-buih yang tak lekang dan terus menerus mendesah

lirih dan mengendap-endap dalam lirik dan hidup

darahku enggan keluar ….

mungkin tak lagi dicambuk oleh kejam dan kerasnya hidup

sungguh tak lagi kurasa beda…..

lantas , apa bedanya ….

berikan aku perbedaan …

sejenak kuingin sedih

kemudian ku ingin senang, dan lagi sejenak kuingin tertawa bersama

selanjutnya kuingin menangisi waktu yang menyepi

begitulah hidup

seengo_jennaca

kuingin_Nantikan_Hidup_Yang_Begitu_RupA

Aku dan pulau Bali

belum juga genap setahun aku hinggap disini,

ini adalah saat pertamaku berselingkuh dari kota lamaku Salatiga

kota ini memang beda, jauh berbeda …

belum pula bisa kukatakan ….. apa bedanya?

hanya sayang, pulau ini berdebu lebat sekali

terik panas matahari begitu menyengat

dan aku tak punya tempat yang cukup nyaman untuk berjalan kaki

senja itu …….

senja itu,

dibalik semua cerita dan keluh kesahmu

yang berjejalan, mendesak dan meronta-ronta

dimana aku hanya bisa diam menyimak dan mengawasi kata-kata yang kau muntahkan

aku …..

menyayangimu …..

tapi sebuah kenyataan besar yang tersimpan di balik kelambu celoteh … renyahmu

tak terungkapkan ….

di balik keningku terurai seribu tanya,

bahwa sesungguhnya engkau ……..

Sekolahanku

"sekolah, "ayo adus, mangkat sekolah!

begitulah ibukku meneriaki diriku setiap hari

hanya untuk pergi ke sekolah …… sejujurnya sekolah adalah penderitaan bagiku,

karena untuk sekolah haruslah bangun pagi, dan mandi di pagi hari sebab air di pagi hari itu dingin sekali. AKU TAKUT.

dan tak jarang ibukku mengamuk bak macan gondrong memaksakku berangkat ke sekolah. walau akhirnya aku PASTI (100%) berangkat sekolah, dan aku tidak pernah absent. bisa disimpulkan usaha ibukku berhasil 100% memasukkan aku ke dalam SEKOLAHan.

di SEKOLAH aku bertemu dengan teman-teman banyaaaaaaaaakk sekali, aku jadi punya banyak teman, sampai aku menjadi anak yang nakal …..

kata ASU BAJINGAN! dan semua binatang berkaki empat aku dapatkan dari sekolah …. pelajaran tentang mencuri, berbohong, menipu, dll jugaaaaaaaa …. ha ha aha

pembangkangan terhadap sopan santun dan anarkhis juga kudapatkan seperti kentut sembarangan (di kelas, sampai kelas BUBAR), dan masih banyak lagi

dan hampir semua hal yang buruk-buruk aku dapatkan dari sekolah, termasuk kata-kata SARU seperti thithit lanang dan thithit wedhok (sudah mengalami penghalusan). dan aku juga hobby melihat isi dalam rok teman perempuan, termasuk perempuan besar seperti bu guru muda yang cantik dan sexy. berkali-kali aku kena gampar guru wanita yang aku intip celana dalemnya.

aku mengenal rokok juga dari sekolahan, minuman keras, pil koplo, narkoba semua juga dari sekolahan. dan maseh banyak lagi dosa-dosa termanis yang aku lakukan di sekolahan. hampir tak mungkin tertumpahkan di sini…..

dan CINTA …. (eros) juga aku kenal dari sekolahan, pertama kali burungku berdiri juga di sekolahan. dan pembelaanku atas nama wanita, sisi perjuangan kaum lelaki untuk mendapatkan empati dari wanita coz aku bisa melindunginya dari bahaya. pokoknya HERO sekali bok. GANK ! anak gank ! juga….. kalo gank kampung itu khan kampungan…..

tapi, sisi lain aku pernah babak belur dihajar …..  pernah diTOLAK ! oleh karena cinta dan pernah MENANGIS ! oleh karenanya ……

semua begitu nyata dan hidup ketika aku hidup di sekolahan ….

dan aku dijuga disibukkan oleh banyak PR yang mengambil waktuku untuk menonton film, dan aku tidak pernah mengerjakannya

banyak saudara2ku menghinaku katanya bocah GOBLOK!!!

dan aku harus mengais penderitaan yang luar biasa untuk aku dapet sampai ke sekolah karena sekolahanku begitu jauh, apakabar ? aku tak punya sepeda, sepeda kayuh pun tak ada ….

semuanya kulalui dengan berjalan kaki …..

dan aku harus teraliaenasi oleh karena aku tak punya NGENNNG-nGENG (sepeda motor….. ) …puff PEDIH ……. coy, ada rasa iri tergantung waktu itu

hingga menuju maha PELAJAR pada perguruan tinggi

aku mengenal lebih lagi IDEALISME …. pro dan kontra, 

segala sesuatunya menjadi lebih rumit dan tak terpecahkan

tapi inilah tempat-dimana aku sungguh-sungguh merasa HIDUP dan terbebaskan dari segala macam belenggu dan penindasan, segala sesuatunya begitu nyata, fakta dan TERJADILAH menurut apa yang kamu lakukan. Dimana semua orang harus punya SIKAP dan melakukannya dengan KESADARAN. setiap insan PUNYA hak untuk menentukan TUJUANNYA sendiri.

SEKOLAHAN sesungguhnya tak pernah mendidikku, tapi akulah yang menentukan ……..

Mbok …..

mbok …..

aku kangen pingin bali, wis suwe banget ora ketemu,

aku pancen ora tau telpon, tapi aku ora lali kok …..