the Blue Line

serpihan-serpihanku disini kan selalu terngiang dalam benakku

sebuah nilai hidup akan perjuangan dan pembelajaran

uang mungkin tak pernah lebih berharga daripada kawan, ilmu pengetahuan juga pengalaman.

mungkin aku pulang tanpa membawa harta dan uang, tetapi paling tidak aku ada cerita khusus buat kamu.

aku bisa membagi banyak pengalaman dengan kamu disana.

walau aku tak pernah tahu kapan aku harus meninggalkan tempat ini, dan apakah aku bisa?

Disini aku masih menyimpan harapan-harapan, biar di kemudian hari kelak aku cukup punya bekal tuk jemput imagi.

keterasingan

keterasingan kenapa datang begitu cepat

tanpa kita tahu

semenjak aku tinggalkan

perubahan begitu nyata

pandangan mata, nada sangat berbeda

meski dahulu disana adalah bagian hidupku

namun sejenak kemudian tak lagi aku merasa aman

cerita

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

kadang peran yang indah dan sejati yang
kita inginkan

hanya ada dalam cerita novel

perjuangan yang menjerit dan menerjang

juga hanya ada dalam film

gadis pejuang dan cantik mengapa juga
hanya ada di fim

dalam dunia yang nyata ini tak juga
kita temukan

jikalau kita berlaku seperti halnya
pejuang

dan ada seorang wanita menangis di
samping kita

mengapa juga kita merasa seperti halnya
di dalam fim

padahal juga bukan film tapi fakta

hidup kadang terasa dipenuhi sesak oleh
angan

perasaan begitu tajam dan kuat untuk
berjuang

serasa begitu mendarah daging …

keputusan dalam berjuang dan berkorban

sesungguhnya sulit …

dan meminta konsekuensi yang keras

tapi dibalik itu ada cerita yang indah
dan menghanyutkan

dan ada gadis indah yang akan engkau
temui

menangis kadang terasa menyejukkan

peluh dan airmata hanyut melepaskan
dirimu

 

 

seehngo jennaca on agustus 2007

 

 

Bagor

raja jalananku kini masih tergeletak

tapi engkau tenang saja di sana
karna aku sedang mempersiapkan hidup barumu
bagor, kamu akan kembali lagi seperti dulu

BAli

BAli bagiku bukanlah surga
bagi seseorang sepertiku ini …
hidungku masih kadang berair karena debu-debu

serasa aku menjadi yang terjajah disini
layaknya buruh dan budak