October 27, 2008
ubud
sengatan hawa dingin dan kabut gelap disana
menggoreskan luka pada ingatanku untuk masa lalu kita
sehngojennaca
oktober2008
balindonesia
Filed by seehngojennaca at 6:19 am under Poetrykoe
2 Comments
sengatan hawa dingin dan kabut gelap disana
menggoreskan luka pada ingatanku untuk masa lalu kita
sehngojennaca
oktober2008
balindonesia
Filed by seehngojennaca at 6:19 am under Poetrykoe
2 Comments
kami beranjak menuju sepi
masih terantuk pada dahan dan ranting yang sama
kami singgah.
duduk disana …
“mama,
“sore itu kami tak melihat lagi merpati kecil itu!”
“ibu bilang,”
“syukurlah nak, kalian bisa lebih konsen mendengarkan sabda Tuhan.
sehngojennaca
oktober2008
balindonesia
Filed by seehngojennaca at 6:18 am under Poetrykoe
No Comments
sebuah telepon genggam memanggilku
dan mengirimkan sebuah pesan khusus untukku
“sayang,selamat hari minggu, ya”.
“semoga kamu sehat dan bahagia.
“nanti sore kamu ke gereja khan?”
tertulis sang pengirim
lagilagibukkoe
0856xxxxxxxx
kutuliskan sebuah pesan untuk telepon genggam
kuberharap ia mau mengirimkan pesan untuk lagilagibukoe
“Ibu,
Aku tadi ke gereja sore hari, bersama legawa dan agung.
pastornya lucu,karena keyboard rusak, dipakailah percussion, terasa amat syahdu ibu!”
“aku juga tak tertidur di bangku karena siang hari tadi sudah tidur.
“di depanku ada gadis cantik sekali, bu!”
“aku sulit berkonsentrasi!”
beberapa menit kemudian
telepon genggam berbunyi
dia mengatakan kepadaku
bahwa pesan terakhir sudah terkirim ….
karya:
seehngojennaca,20octo2008, pkl:02.38wita
“SAYANGkoe,gadisdidepankutadisungguhsungguhcantik!”
“ijinkanlahakoemencintainya”
Filed by seehngojennaca at 5:19 am under Poetrykoe
1 Comment
Kuurungkan niatku untuk terbang
menuju dunia
Aku memilih tinggal disini saja
hingga akhir hayatku
Inilah Ibuku
Inilah semua sungai-sungaiku
Inilah semua hutan-hutanku
Inilah semua gunung-gunungku
Ibu pertiwi
Tanah Airku Indonesia …
Aku akan menangis untuk Indonesia
Aku akan berdiri untuk Indonesia
Aku akan berjaya untuk Indonesia
dan aku akan bernyanyi untuk Indonesiaku
selama-lamanya
seehngojennaca
Filed by seehngojennaca at 5:03 am under Uncategorized
No Comments

sembilan sangkar burung aku beli
diikat tiga tiga
burung sekarang memang manja
setiap hari minta pindah sangkar
jarang aku biarkan dia tanpa sangkar
karena dia suka sekali mematuk bibir
sekali patuk bisa jadi ruwatan massal
belakangan ini dia agak pendiam
suka menyendiri
dan tidak lagi pernah mematuk
seehngojennacaitutidaksukacabul!
onmythinkpad20Okt2008 pkl 12.14 wita
BAlindonesia
Filed by seehngojennaca at 4:53 am under Poetrykoe
No Comments
Jauh sebelum tangan ini ingin menyentuh ragamu
angan ini sudah lancang menarikmu dari jurang
Dan bila penjagal jurang minta bayar
Aku akan berikan masa lalumu
Oh ya, aku akan berikan kepadanya semua foto-foto tentangmu
Aku tak lagi peduli
Karena aku hanya mau foto-foto baru tentangmu
SeehngojennacaDalamAbsurditas SatuDiniHariLebihLimaBelas TujuhBelasOktoberDuaKosongKosongDelapan CeniganSariSesetanManisBali
Filed by seehngojennaca at 3:34 am under Poetrykoe
No Comments
Seperti halnya laki-laki
Yang mengantongi rupa tubuhmu
Dalam dalam ke dalam sarung
Hingga amis dan berlumurkan dosa
Seperti halnya laki-laki
Yang memperdaya bola mata
Jauh jauh menerobos menelanjangi tubuhmu
Hingga lekuk-lekukmu yang paling sepi
Seperti halnya laki-laki
Yang bengis dan rakus mengkoyak-koyak bangsamu
Yang menggila disaat desahan dan rintihan pedihmu kau lepas
Yang tertawa diatas air mata darahmu yang meleleh
Seperti halnya laki-laki
Yang terbang meninggalkanmu disaat sayap-sayapmu patah
Yang mendorongmu semakin dalam, dalam jebakan gelap
Yang menganggapmu sekedar tumpahan air mani keblingsatan
Aku mungkin juga ……
Binatang pemangsa yang lapar seperti mereka
Taringku akan melumat habis batang tubuhmu dan ranting-rantingmu
Laparku akan merobek-robek perisaimu yang lembut dan lemah
Dahagaku akan menghisap susu segar dari hidupmu
Aku mungkin juga …..
Bukan bagian dari mereka.
SetengahSatoeDiniHariTujuhBelasOktober
DuaKosongKosongDelapan
CeniganManisSesetanBali
Seehngojennaca
Filed by seehngojennaca at 3:15 am under Poetrykoe
No Comments
Mengapa lebaran?
Begitu kejam menghempaskan kegaduhan
Kebisingan dan hiruk pikuk di daratan ini ?
Hingga kita merasa kesepian di sini
Jalan-jalan terasa milik kami berdua
Bahkan nasi jawa dan pewangipun engkau renggut pula dari kami
Dimanakan mereka ?
Mereka, engkau pulangkan ke asalnya
Dua roda mengantarkan dua raga
Dua pasang mata menatap sepi demi sepi
Hingga ribuan tanaman padi terasa lebih hijau dari biasanya
Ribuan genteng dan bata merah di pinggir jalan mengejar dua roda
Hanyalah untuk bertanya….
Dua pasang bibir berpacu dalam tawa
Untuk menganti duka seorang sahabat
Katanya, “Hari rayaku harus ku gadai demi nasi campur, sobat!
Sekembalinya kami bertugas
Tak terlihat parasnya tampakkan duka
Di atas kereta canda dan tawa begitu kejam merampasnya
seehngojennaca
CeninganSesetanEnamBelasOktober2008
21:31 – 23.43 wita
Filed by seehngojennaca at 2:50 am under Poetrykoe
No Comments
seorang kawan berbicara kepada penjaga langit
sambil memegang kalung dengan bibir komat kamit
sembilan hari sembilan malam, di tengah-tengah malam
berharap akan datang laptop dan motor
tiba saatnya motor datang
tapi bukan dari langit
melainkan dari dealer sepeda motor
tapi mengapa laptop tak datang ?
katanya, permintaanmu kepada langit berlebihan !!!
kemarin saja kau baru beli kamera berhandphone dengan harga selangit
dia berjanji kepada penjaga langit
akan rajin sembahyang setelah punya motor
dan mencipratinya dengan air suci agar membawa keselamatan
kawannya sedikit menahan senyum saat mendengar celotehnya
dalam malam …
kawan kembali bicara kepada penjaga langit
aku ingin punya laptop
agar aku bisa belajar banyak tentang dunia maya
kawannya tersenyum dan melayangkan pandang keluar jendela
langit tampak diam dan tak bergerak ….
seehngojennaca,october2008
Filed by seehngojennaca at 4:05 am under Uncategorized
No Comments
sebuah lesehan yang mempertemukan kita pada sebuah keanehan cita dan rasa
pemandangan yang unik dan ganjil
pada sebuah cangkir kecil dan gelas bertongkat
dan sesaat terpikir olehku “tak baik aku sendiri disini”
Baiknya aku harus selalu bersama-sama dengan mereka
karena tak pernah aku melihat ada kesendirian hidup disini
semua terasa hikuk dan pikuk
penuh dengan tawa …. ha ha ha ha
aku tak mau terbunuh sepi disini sendiri
aku mau kalian ada disini bersama-sama
bercerita dan tertawa tentang kita
walau kita adalah kaum sendiri
tapi tidak begitu bila kita selalu bersama-sama
Filed by seehngojennaca at 6:58 am under Uncategorized
No Comments