saat itu
sang baya
coba sandarkan pada sang malam
kami duduk berdua di teras
ditemani gelap dan kelam
suasana agak mencekam
karena hati kami sedang terancam
sore tadi perkelahian tak lagi terelakkan
pipiku sedikit bengap dan merah meronta
“godanya’, “kamu lebih cakep dengan muka bengap-bengap!”
sambil melihat wajahnya aku tersenyum ..
“dalam hatiku sebenarnya aku ingin sekali tertawa, “ha, ha, ha, ha!”
dia sesungguhnya amat nakal dan liar, tapi rasanya aku sangat menyayanginya.
karena dialah yang membawaku terbang dan menjadi seorang yang sungguh laki-laki.
di tengah-tengah posisi kami duduk,
duduk sebuah meja bundar kecil, diatasnya terhidangkan sepasang kaleng coca-cola diet
aku selalu ingin tersenyum saat melirik kaleng itu,karena tubuhku terlanjur langsing
dia tadi sedikit memaksa agar aku mau meminumnya ….
dia senang sekali menatap wajahku lama dan kadang terdiam lama.
akupun suka membalasnya dan kamipun tersenyum dengan saling menatap …
dalam tatapan dan senyumnya aku melihat perasaannya yang kuat
“kemudian dia bertanya,
“kamu kok ndak pernah nolak permintaanku sih?’
“mbok kamu sekali-kali nolak ….
“ndak papa kok ..
“aku janji ndak marah wis …
seehngojennaca!
9desember2008
OnMyOwnDeskInKutaCentralParkBali