sang kursi

sejak dulu hingga sekarang
kursi kursi itu selalu hinggap dan berjelaga menghimpun kisah
entah angin dari mana? malam itu kursi-kursi itu tampak beringas
sebuah kursi kepakkan sayap dan terbang melayang menghujam

seseorang merintih malam itu
bersimbah dalam sepi

 

seehngojennaca
OnMySickDEskKUTA16Desember2008

nagapura

saat itu
sang baya
coba sandarkan pada sang malam
kami duduk berdua di teras
ditemani gelap dan kelam
suasana agak mencekam
karena hati kami sedang terancam

sore tadi perkelahian tak lagi terelakkan
pipiku sedikit bengap dan merah meronta
“godanya’, “kamu lebih cakep dengan muka bengap-bengap!” 
sambil melihat wajahnya aku tersenyum ..
“dalam hatiku sebenarnya aku ingin sekali tertawa, “ha, ha, ha, ha!”

dia sesungguhnya amat nakal dan liar, tapi rasanya aku sangat menyayanginya.
karena dialah yang membawaku terbang dan menjadi seorang yang sungguh laki-laki.  

di tengah-tengah posisi kami duduk,
duduk sebuah meja bundar kecil, diatasnya terhidangkan sepasang kaleng coca-cola diet
aku selalu ingin tersenyum saat melirik kaleng itu,karena tubuhku terlanjur langsing
dia tadi sedikit memaksa agar aku mau meminumnya ….

dia senang sekali menatap wajahku lama dan kadang terdiam lama.
akupun suka membalasnya dan kamipun tersenyum dengan saling menatap …
dalam tatapan dan senyumnya aku melihat perasaannya yang kuat 

“kemudian dia bertanya,
“kamu kok ndak pernah nolak permintaanku sih?’
“mbok kamu sekali-kali nolak ….
“ndak papa kok ..
“aku janji ndak marah wis …  

 
seehngojennaca!
9desember2008
OnMyOwnDeskInKutaCentralParkBali

plung!

 

 

pekik sang air ketika seekor anak katak melompat ke dalam kolam …. 
akankah juga plung?
ketika sang baya mencoba melompat ke dalam pelukan sepi

 

seehngojennaca!
OnTheWaySesetanGunungWAyangAJHAcketKut3Bal12008 
 

kebunbungaku

kutangguhkan niatku untuk menanam bunga
ke dalam rumah sepiku
karna tak ingin aku tergantung
karna tak ingin kamu tergantung

sengaja kutinggalkan engkau dalam padang ilalang
tanpa kata

dari dalam kamarku, aku membuka jendela
dan memandangmu jauh
sendiri …

Engkaupun sendiri di tengah padang ilalang itu

 
sesaat kemudian
angin membawa serbuk-serbuk bunga
menyambari rambutku
aku menutup kembali jendelaku

 

seehngojennaca!
writing by hand
gunung wayang 27 November 2008 dinihari