September 4, 2009
mumutku
berdua kita merangkai cerita dan canda
lalu seekor mahluk mungil menatapmu
“mumut” katamu pada mahluk itu
mahluk yang “wawah” dari tembokku
kala itu ku hanya bisa tertawa
tapi kini yang kurasa…
hadirmu disisiku,senyummu dan tawamu
serta binar matamu kala menatapku
membuat ku “wawah”
dalam pelukanmu… “mumutku”
ditulis oleh: ogieks
kembali aku tak bisa lagi menahan tawa.
ketika aku tidak sengaja menemukan puisi ini
tersimpan di artefak-artefak masa laluku
penulisnya adalah sahabat di masa lalu
dan masih hingga di masa kini
longgarnya ruang terasa memabukkan
terutama pada kata “mumutku” dan “wawah”
dua kata ini terasing dan ganjil tapi menggelitik
tapi dibalik keganjilannya perannya justru menghidupi
thanks buat puisinya udah membuatku tertawa …
Filed by seehngojennaca at 2:40 am under Uncategorized