mumutku

berdua kita merangkai cerita dan canda
lalu seekor mahluk mungil menatapmu
“mumut” katamu pada mahluk itu
mahluk yang “wawah” dari tembokku
kala itu ku hanya bisa tertawa
tapi kini yang kurasa…
hadirmu disisiku,senyummu dan tawamu
serta binar matamu kala menatapku
membuat ku “wawah”
dalam pelukanmu… “mumutku”

ditulis oleh: ogieks

kembali aku tak bisa lagi menahan tawa.
ketika aku tidak sengaja menemukan puisi ini
tersimpan di artefak-artefak masa laluku
penulisnya adalah sahabat di masa lalu
dan masih hingga di masa kini

longgarnya ruang terasa memabukkan
terutama pada kata “mumutku” dan “wawah”
dua kata ini terasing dan ganjil tapi menggelitik
tapi dibalik keganjilannya perannya justru menghidupi
thanks buat puisinya udah membuatku tertawa …

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply