sastra tepian

karyaku hanyalah sastra tepian
tak terbaca oleh mereka yang ditengah
hidup juga terasingkan
siapa juga membaca dan mendengar

kata-kata kumuntahkan layaknya sampah
remeh seperti serpihan tatal
yang terbuang dan murahan
juga ditepikan di sudut kekalahan
kadang kala dibakar untuk membakar

manusia kian beringas
semuanya mencari kegampangan
walau semuanya beranjak ringkih dan tak berarti
aku tetap disini, sederhana
sendiri dan juga sepi

bukan artinya akulah arti yang realis
hidup itu surealis
tapi aku tetap akan menulis dan menggores
walau tak terkonsep
walau tak tepermanai
walau kadang tak terkatakan

02.30 dinihari
4 september 2009

gunung payung denpasar bali

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply