Awan yang menangis

Awan yang menangis ….

hari ini aku menyaksikan dinginnya pagi
dan melepaskan kepergiannya
dialah yang kukasihi
dialah yang pergi dan kemudian pergi lagi

yang pertama pergi dari hatiku
yang kedua pergi meninggalkan pulau ini

di sebuah kota nanti

pertemuanku dengannya akan ada
pada penghujung tahun ini

sekali lagi sekedar pertemuan

udara pagi itu begitu dingin
kulihat awan menangis
meneteskan air mata …
hingga kaca helmku sedikit basah

“akh, … !”
“awan ini, begitu kataku”
dalam hati …

“akh, …!”
“awan ini mengenalnya juga !”
“hmmm, ‘mungkin karena ia tinggal tak jauh
dari tempat kerjanya, ‘begitu pikirku”.
 

Pagi ini aku mencium hangat kedua pipinya
untuk yang pertama kalinya
sejak ia temukan arjunanya yang baru

 
25/09/2008 ThirthFloorOfMyCleanDesk
from the invisible hearth of seehngojennaca!

One Response to “Awan yang menangis”

  1. September 25th, 2008 | 6:00 am

    hm, rintik rinai hujanpun menemani awan yang menangis. membiarkan rintiknya mengaburkan air mata yang jatuh, rinainya menghapus sendu dan hujan akan memeluk hati yang syahdu, mendekapmu dan akan membawakan mentari untuk menguapkan kesedihan itu.

    cheers,

    Rintik

Leave a Reply